Home » Berita » Nasional » Jakarta » Ingin Jakarta Jadi Role Model Kota Ramah Perempuan dan Anak, Begini Kata Promono

Ingin Jakarta Jadi Role Model Kota Ramah Perempuan dan Anak, Begini Kata Promono

Oleh

Sekretariat RW 010/7

role model kota ramah perempuan dan anak
Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA (kiri) bersama Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta (kanan). (Foto: Reza Pratama Putra)

JAKARTA, RW 010/7 Kebon Pala Makasar – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima audiensi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/8).

Pertemuan ini membahas kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Kementerian PPPA untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota.

Pramono menyambut positif adanya program ini. Dia juga telah meminta Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk menindaklanjutinya.

“Kami menyambut baik apa yang menjadi tawaran dari ibu menteri dan sekaligus kami tadi sudah menunjuk ibu Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk untuk menindaklanjuti,” kata Pramono.

Pramono mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan Jakarta sebagai contoh kota yang bersahabat bagi perempuan dan anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi berharap Jakarta dapat terus melanjutkan kolaborasi program untuk mengurangi insiden kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Melansir BeritaJakarta.id, Program-program tersebut meliputi program Ruang Bersama Indonesia yang merupakan kelanjutan dari program desa kelurahan yang mendukung anak dan perempuan. Selain itu, ada juga perluasan pemanfaatan call center 129 serta pengumpulan data perempuan dan anak yang berbasis desa dan kelurahan.

Menurut analisis Kemen PPPA, terdapat lima faktor utama yang berkontribusi terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak. Faktor-faktor tersebut adalah masalah ekonomi, pola asuh keluarga, pengaruh gadget, lingkungan, dan pernikahan di usia dini.

“Jadi kami punya komitmen bersama mencari solusi apa yang bisa kita lakukan antara kementerian dengan Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi angka kekerasan perempuan dan anak,” ujar Arifatul.

Dia menekankan betapa pentingnya keluarga sebagai solusi, dengan memperkuat peran perempuan dan melindungi anak-anak.

“Karena problem ini berangkat dari keluarga, tapi keluarga juga menjadi solusi penyelesai masalah jadi kita berharap kembali menguatkan keluarga-keluarga kita, menguatkan perempuannya, melindungi anak-anak kita,” pungkas Arifatul.

Bagikan:

Leave a Comment