JAKARTA, RW 010 Kebon Pala Makasar – Kawasan perkotaan Indonesia menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta per November 2024, Jakarta baru memiliki 6,48% ruang terbuka hijau (RTH) dari total luas wilayah, padahal standar minimum yang ditetapkan adalah 30%.
Kondisi ini membuat manfaat ruang terbuka hijau menjadi semakin krusial untuk dipahami dan diimplementasikan di setiap kawasan, termasuk tingkat RW.
Polusi udara di kota-kota besar seperti Jakarta mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 17 mikrogram per meter kubik (μg/m³) pada April 2025. Angka yang masih 3,4 kali lipat dari standar aman WHO, yaitu 5 mikrogram per meter kubik (μg/m³).
Suhu udara perkotaan juga terus meningkat akibat efek pulau panas, di mana suhu dapat 3-5°C lebih tinggi dibandingkan area pinggiran kota. Kondisi ini memperburuk kualitas hidup masyarakat urban.
Kehadiran ruang terbuka hijau terbukti mampu memberikan solusi efektif untuk berbagai permasalahan perkotaan tersebut. Setiap satu hektare RTH dapat menyerap hingga 900 ton karbon dioksida per tahun dan menghasilkan 600 ton oksigen.
Selain itu, area hijau mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar 2-8°C, menciptakan microclimate yang lebih nyaman bagi warga.
Apa itu Ruang Terbuka Hijau (RTH)?

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permenpu) No. 05/PRT/M/2008, Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area yang didominasi oleh tumbuhan yang diatur secara fungsi sebagai sarana lingkungan hidup dan dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi, olahraga, atau aktivitas lain.
RTH memiliki fungsi utama sebagai paru-paru kota yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem urban. Dalam konteks lingkungan RT/RW, ruang terbuka hijau adalah area yang dapat dimanfaatkan bersama oleh warga untuk berbagai aktivitas komunal sambil tetap mempertahankan fungsi ekologisnya.
Area ini dapat berupa taman RT/RW, jalur hijau, taman bermain anak, atau bahkan area parkir yang ditanami pepohonan rindang.
Pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bagi Masyarakat

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat perkotaan.
Data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa area dengan RTH yang memadai memiliki tingkat kesehatan masyarakat yang lebih baik dan kualitas hidup yang meningkat.
Setiap elemen hijau pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekitar.
1. Perbaikan Kualitas Udara
Ruang Terbuka Hijau (RTH) berperan sebagai filter alami yang mampu menyerap berbagai polutan udara berbahaya. Satu pohon dewasa dapat menyerap 22 kilogram karbon dioksida per tahun dan menghasilkan oksigen untuk kebutuhan dua orang dewasa.
Tanaman seperti trembesi mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun, sementara pohon mahoni dapat menyerap hingga 295 kilogram CO2 tahunan.
Dedaunan pada tanaman RTH juga efektif menangkap partikel debu dan polutan lainnya. Penelitian Institut Teknologi Bandung tahun 2024 menunjukkan bahwa area dengan kerapatan RTH 40% mampu menurunkan konsentrasi PM2.5 hingga 35% dibandingkan area tanpa vegetasi.
Kemampuan ini sangat vital mengingat polusi udara menjadi penyebab utama penyakit pernapasan di perkotaan.
2. Pengurangan Efek Pulau Panas
Vegetasi dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH) menciptakan efek pendinginan alami melalui proses evapotranspirasi. Proses ini dapat menurunkan suhu udara sekitar 2-8°C, tergantung pada jenis dan kerapatan tanaman. Area dengan tutupan hijau 50% terbukti memiliki suhu 3-5°C lebih rendah dibandingkan area beton atau aspal.
Pohon-pohon besar dalam RTH memberikan naungan yang mengurangi paparan sinar matahari langsung ke permukaan tanah dan bangunan.
Hal ini mengurangi kebutuhan energi untuk pendingin ruangan hingga 30%, sekaligus menurunkan emisi karbon dari penggunaan listrik berlebihan.
3. Peningkatan Kesehatan Mental
Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan masyarakat.
Studi Kasus Universitas Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa warga yang tinggal dalam radius 500 meter dari RTH memiliki tingkat stres 23% lebih rendah dibandingkan mereka yang tinggal di area tanpa akses RTH.
Aktivitas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti berjalan santai, olahraga ringan, atau sekadar duduk menikmati pemandangan hijau dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan meningkatkan mood positif.
4. Tempat Interaksi Sosial
Ruang Terbuka Hijau (RTH) berfungsi sebagai ruang publik yang memfasilitasi interaksi sosial antarwarga. Area ini menjadi tempat berkumpul keluarga, bermain anak-anak, dan berbagai kegiatan komunitas. Interaksi sosial yang sehat di RTH dapat memperkuat ikatan sosial dan rasa solidaritas antarwarga dalam satu kawasan.
Berbagai kegiatan seperti senam pagi, pasar tani, atau acara kemerdekaan dapat diselenggarakan di RTH lingkungan RT/RW.
Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial tetapi juga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
5. Habitat Satwa Urban
Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa urban seperti burung, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk.
Keanekaragaman hayati ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem kota dan mendukung proses penyerbukan tanaman. Area hijau yang dikelola dengan baik dapat menjadi rumah bagi 15-25 spesies burung lokal.
Fungsi Ekologis dan Sosial Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran multifungsi yang mencakup aspek ekologis dan sosial secara bersamaan. Fungsi-fungsi ini saling berkaitan dan memberikan dampak komprehensif bagi keberlanjutan lingkungan perkotaan dan kesejahteraan masyarakat.
Fungsi ekologis dan sosial RTH dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Fungsi Hidrologis: Mengatur tata air dengan menyerap air hujan dan mencegah banjir.
- Fungsi Klimatologis : Mengatur iklim mikro dan mengurangi efek pulau panas.
- Fungsi Edukasi: Menjadi sarana pembelajaran lingkungan dan konservasi.
- Fungsi Estetika: Memperindah landscape kota dan meningkatkan nilai properti.
- Fungsi Ekonomi: Menciptakan peluang ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.
Konservasi Air dan Tanah

Ruang Terbuka Hijau (RTH) berperan vital dalam siklus hidrologi perkotaan dengan menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan.
Setiap meter persegi area hijau dapat menyerap 200-500 liter air hujan, tergantung jenis tanaman dan karakteristik tanah. Kemampuan ini sangat penting untuk mencegah banjir dan genangan di kawasan padat penduduk.
Sistem perakaran tanaman dalam RTH juga mencegah erosi tanah dan longsor pada area yang berkontur.
Akar pohon dapat menahan tanah hingga kedalaman 2-3 meter, memberikan stabilitas struktur tanah yang sangat diperlukan di area perkotaan yang sering mengalami getaran akibat aktivitas kendaraan dan konstruksi.
Penyaring Polusi Suara

Vegetasi pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) efektif meredam kebisingan dari aktivitas perkotaan. Pohon dan semak belukar dapat mengurangi tingkat kebisingan atau polusi suara hingga 10-15 decibel.
Sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi aktivitas sehari-hari. Kemampuan ini sangat bermanfaat di lingkungan RT/RW yang berdekatan dengan jalan raya atau area industri.
Penataan RTH dengan kombinasi pohon tinggi, semak sedang, dan tanaman penutup tanah dapat menciptakan barrier polusi suara alami yang efektif.
Tanaman dengan daun tebal dan rapat seperti bambu atau cemara lebih efektif dalam meredam suara dibandingkan tanaman berdaun tipis.
Pusat Kegiatan Olahraga dan Rekreasi

Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyediakan ruang untuk berbagai aktivitas fisik dan rekreasi yang penting bagi kesehatan masyarakat.
Area ini dapat dimanfaatkan untuk jogging track, lapangan bulutangkis, area fitness outdoor, atau sekadar tempat bersantai keluarga. Aktivitas fisik teratur di RTH dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30%.
Fasilitas rekreasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga mendukung perkembangan anak-anak dengan menyediakan area bermain yang aman dan sehat.
Anak-anak yang sering bermain di area hijau terbukti memiliki sistem imun yang lebih kuat dan kemampuan sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang hanya bermain di dalam ruangan.
Laboratorium Alam untuk Pendidikan

Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam yang memberikan pengalaman langsung tentang ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Area ini menjadi sarana edukasi lingkungan yang sangat berharga, terutama untuk anak-anak dalam memahami pentingnya konservasi alam dan keberlanjutan lingkungan.
Berbagai program edukasi seperti pengomposan, urban farming, atau identifikasi tanaman dapat dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada lingkungan RT/RW. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Nilai Ekonomi Kawasan

Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terawat baik terbukti dapat meningkatkan nilai properti di sekitarnya hingga 10-15%.
Kawasan dengan akses mudah ke RTH menjadi lebih diminati sebagai tempat tinggal karena kualitas lingkungan yang lebih baik. Hal ini memberikan dampak positif bagi nilai investasi properti warga.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi warga melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif seperti pasar tani, festival kuliner, atau penyewaan area untuk acara komunitas. Aktivitas ekonomi ini dapat memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.
Inovasi Membuat RTH di Lahan Terbatas
Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menuntut kreativitas dan inovasi dalam menciptakan ruang terbuka hijau. Berbagai solusi inovatif telah dikembangkan untuk memaksimalkan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) bahkan di area dengan lahan yang sangat terbatas.
Pendekatan vertikal dan teknologi modern menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan ini.
1. Taman Vertikal

Konsep taman vertikal atau vertical garden memanfaatkan dinding bangunan sebagai media tanam. Sistem ini dapat menghemat hingga 90% kebutuhan lahan horizontal sambil tetap memberikan manfaat ruang terbuka hijau yang optimal.
Dinding hijau dapat menurunkan suhu permukaan bangunan hingga 10°C dan mengurangi konsumsi energi untuk pendingin udara.
Teknologi hidroponik dan aeroponik memungkinkan penanaman vertikal tanpa memerlukan media tanah yang berat. Sistem irigasi otomatis dengan sensor kelembaban memastikan tanaman mendapat air secukupnya tanpa pemborosan.
Beberapa lingkungan RT/RW di Jakarta telah berhasil mengimplementasikan taman vertikal dengan luas efektif mencapai 100-200 meter persegi per dinding.
2. Taman Gantung

Taman gantung memanfaatkan ruang udara di atas area parkir, jalan setapak, atau ruang terbuka lainnya. Struktur gantung dengan baja ringan dan sistem drainase yang baik dapat menopang beban tanaman hingga 150 kilogram per meter persegi.
Konsep ini sangat cocok diterapkan di gang-gang sempit atau area parkir komunal.
Sistem taman gantung dapat dikombinasikan dengan atap hijau untuk menciptakan tingkatan vegetasi yang berlapis.
Kombinasi ini tidak hanya efisien dalam pemanfaatan ruang tetapi juga menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan nyaman bagi aktivitas warga di bawahnya.
3. Rooftop Garden

Pemanfaatan atap bangunan sebagai area hijau menjadi solusi efektif untuk menambah luasan RTH. Rooftop garden dapat mengurangi beban termal bangunan hingga 50% dan memperpanjang usia atap karena terlindung dari paparan sinar UV langsung. Setiap meter persegi rooftop garden dapat menyerap 1-2 kilogram CO2 per hari.
Teknologi growing medium ringan dengan campuran cocopeat, sekam bakar, dan kompos memungkinkan penanaman di atap tanpa memberikan beban berlebih pada struktur bangunan.
Sistem drainase yang baik dengan gravel dan geotextile mencegah kebocoran dan kerusakan pada atap bangunan.
4. Smart Garden dengan IoT

Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan RTH memungkinkan monitoring dan perawatan otomatis.
Sensor kelembaban tanah, pH meter digital, dan sistem irigasi otomatis dapat dikontrol melalui smartphone. Teknologi ini sangat membantu dalam mengelola RTH di lingkungan RT/RW dengan tenaga volunteer yang terbatas.
Aplikasi mobile khusus dapat memberikan notifikasi jadwal pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan tanaman.
Data pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungan dapat dipantau secara real-time, memungkinkan intervensi cepat jika terjadi masalah pada ekosistem RTH.
5. Modular Garden System

Sistem taman modular menggunakan pot atau container yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan ruang dan aktivitas.
Sistem ini sangat fleksibel untuk lingkungan RT/RW yang sering menggunakan area terbuka untuk berbagai acara komunitas. Modul-modul tanaman dapat disusun ulang atau dipindahkan tanpa merusak struktur akar.
Container garden dengan roda memungkinkan perpindahan tanaman sesuai kebutuhan sinar matahari dan perlindungan dari cuaca ekstrem.
Sistem modular juga memudahkan perawatan karena setiap modul dapat diakses dengan mudah untuk pemangkasan, pemupukan, atau penggantian tanaman.
Jenis Tanaman yang Cocok untuk RTH Lingkungan RW

Pemilihan jenis tanaman untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) lingkungan RW harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi iklim lokal, ketersediaan air, kemudahan perawatan, dan manfaat yang dihasilkan.
Tanaman yang tepat tidak hanya memberikan manfaat ekologis optimal tetapi juga mudah dirawat oleh warga dengan keterbatasan waktu dan sumber daya.
1. Pohon Peneduh dan Penyerap Polusi Udara

Pohon-pohon besar seperti trembesi dan mahoni menjadi pilihan utama untuk RTH lingkungan RT/RW karena kemampuannya menyerap polutan dan memberikan naungan luas.
Trembesi dapat menyerap 28,5 ton CO2 per tahun dan menghasilkan oksigen untuk 60 orang. Pohon ini juga tahan terhadap kondisi perkotaan dan membutuhkan perawatan minimal setelah masa etablishment.
Mahoni memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap angin kencang dan polusi udara. Daunnya yang rimbun efektif menyaring partikel debu dan menghasilkan phytoncide yang dapat membunuh bakteri berbahaya di udara.
Kombinasi kedua jenis pohon penyerap polusi udara ini dapat menciptakan microclimate yang sejuk dan sehat di lingkungan RT/RW.
2. Tanaman Hias Berbunga

Tanaman berbunga seperti bougenville, kembang sepatu, dan alamanda tidak hanya memberikan nilai estetika tetapi juga menarik serangga penyerbuk yang penting bagi ekosistem.
Bougenville sangat cocok untuk area dengan paparan sinar matahari penuh dan membutuhkan air minimal, menjadikannya pilihan ideal untuk kawasan dengan keterbatasan sumber air.
Kembang sepatu memiliki periode berbunga yang panjang sepanjang tahun dan bunga yang dapat dimanfaatkan sebagai herbal tradisional. Tanaman ini juga relatif tahan terhadap hama dan penyakit, mengurangi kebutuhan pestisida yang dapat mencemari lingkungan RTH.
3. Tanaman Pengusir Serangga

Penanaman tanaman aromatik seperti lavender, rosemary, dan pandan wangi dapat membantu mengendalikan populasi nyamuk dan serangga pengganggu lainnya secara alami.
Lavender menghasilkan minyak atsiri yang tidak disukai nyamuk namun memberikan aroma yang menyenangkan bagi manusia.
Pandan wangi selain berfungsi sebagai pengusir nyamuk juga dapat dimanfaatkan daunnya untuk bumbu masak dan pembuatan kerajinan.
Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan berkembang biak, sehingga dapat dengan mudah diperbanyak untuk kebutuhan seluruh lingkungan RT/RW.
4. Tanaman Herbal dan Obat

Integrasi tanaman herbal seperti kelor, jahe merah, dan kunyit dalam RTH memberikan manfaat ganda sebagai area hijau dan apotek hidup bagi warga.
Kelor mengandung vitamin C 7 kali lebih tinggi dari jeruk dan kalsium 4 kali lebih tinggi dari susu, menjadikannya sumber nutrisi yang sangat berharga.
Tanaman herbal umumnya memiliki sistem perakaran yang kuat dan dapat membantu mencegah erosi tanah. Selain itu, aroma yang dihasilkan tanaman herbal dapat memberikan efek aromaterapi alami yang menenangkan dan menyegarkan bagi pengguna RTH.
5. Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah seperti rumput gajah mini, kacang hias, dan portulaca berfungsi mencegah erosi dan memberikan tampilan hijau yang rapi.
Rumput gajah mini memiliki kemampuan tumbuh yang cepat dan dapat menutupi area kosong dalam waktu 2-3 bulan setelah penanaman.
Portulaca atau rose moss sangat cocok untuk area dengan drainase yang baik dan paparan sinar matahari penuh.
Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna-warni yang menarik dan dapat berkembang dengan perawatan minimal. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuatnya ideal untuk kondisi iklim tropis Indonesia.
6. Tanaman Air dan Lahan Basah

Untuk area RTH yang memiliki kolam atau sistem bioswale, tanaman air seperti eceng gondok, lotus, dan pandan air dapat memberikan manfaat filtrasi air alami.
Eceng gondok mampu menyerap logam berat dari air dan mengurangi kadar nitrogen berlebih yang dapat menyebabkan eutrofikasi.
Tanaman lahan basah juga dapat membantu dalam pengelolaan air hujan dengan menyerap air berlebih saat musim hujan dan melepaskannya secara perlahan saat musim kering. Sistem ini membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di lingkungan RT/RW.
7. Tanaman Vertical Garden

Untuk implementasi taman vertikal, tanaman seperti sirih gading, pakis boston, dan lidah mertua sangat cocok karena kemampuan adaptasinya terhadap kondisi cahaya terbatas dan sistem akar yang tidak terlalu besar.
Sirih gading efektif menyerap formaldehyde dan xylene dari udara, menjadikannya pilihan ideal untuk dinding hijau di area dengan polusi tinggi.
Lidah mertua memiliki kemampuan unik menghasilkan oksigen di malam hari, berbeda dengan kebanyakan tanaman lain.
Karakteristik ini membuatnya sangat berharga untuk meningkatkan kualitas udara 24 jam dalam kawasan padat penduduk.
| Nama Tanaman | Jenis | Tinggi Maksimal | Manfaat Utama | Kebutuhan Air | Tingkat Perawatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Trembesi | Pohon Besar | 25-30 m | Penyerap CO2 tinggi | Sedang | Rendah |
| Mahoni | Pohon Sedang | 15-20 m | Peneduh, kayu berkualitas | Sedang | Rendah |
| Flamboyan | Pohon Sedang | 10-15 m | Estetika bunga merah | Sedang | Sedang |
| Bougenville | Semak Hias | 2-4 m | Estetika, pagar hidup | Rendah | Rendah |
| Lidah Mertua | Tanaman Hias | 0.5-1.5 m | Penyerap polutan indoor | Sangat Rendah | Sangat Rendah |
| Pandan Wangi | Semak Aromatik | 1-2 m | Pengusir nyamuk | Sedang | Rendah |
| Bambu Betung | Bambu | 8-12 m | Peredam suara, estetika | Sedang | Rendah |
| Kembang Sepatu | Semak Berbunga | 2-3 m | Estetika, herbal | Sedang | Sedang |
| Kelor | Pohon Kecil | 8-10 m | Herbal, nutrisi tinggi | Rendah | Rendah |
| Singkong Gajah | Semak | 2-3 m | Estetika daun besar | Sedang | Rendah |
| Lavender | Herbal Aromatik | 0.5-1 m | Aromaterapi, pengusir serangga | Rendah | Sedang |
| Rosemary | Herbal | 1-2 m | Bumbu masak, aromaterapi | Rendah | Rendah |
| Pakis Boston | Tanaman Hias | 0.5-1 m | Penyaring udara, estetika | Tinggi | Sedang |
| Palem Kuning | Palem | 3-5 m | Estetika tropis | Sedang | Rendah |
| Sirih Gading | Tanaman Merambat | 2-10 m | Penyaring udara, estetika | Sedang | Rendah |
| *Data berdasarkan penelitian Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Hias (BRMP) 2024 | |||||
Daftar Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Timur
Data Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, berikut ini di antaranya:
| No | Wilayah | Kecamatan | Kelurahan | Nama RTH | Alamat RTH | Jenis RTH |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cakung | Ujung Menteng | Hutan Kota Kandang Besar | Kampung Kandang Besar RT.003 Rw. 04 Kel. Ujung Menteng Kec. Cakung Jakarta Timur | Hutan |
| 2 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cakung | Ujung Menteng | Hutan Kota Ujung Menteng Baru | Kampung Kandang Besar RT.003 Rw. 02 Kel. Ujung Menteng Kec. Cakung Jakarta Timur | Hutan |
| 3 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cakung | Ujung Menteng | Taman Ujung Menteng | Jl. Satria, RT.6/RW.2, Ujung Menteng, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 4 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cakung | Ujung Menteng | RTH Jl. Satria RT. 006 RW. 02 | Jl. Satria RT 006 RW 002, Kel. Ujung Menteng, Kec. Cakung, Jakarta Timur | Taman |
| 5 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cakung | Ujung Menteng | RTH Perum Rukem | Perum Rukem Jaya, Kel. Ujung Menteng, Kec. Cakung, Jakarta Utara | Taman |
| 6 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | Taman Kasia | Jl. Mandor Hasan, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 7 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | RTH Jl. Damai Raya RT. 001 RW. 01 (Taman Damai Raya) | Jl. Damai Raya RT. 001 RW. 01 | Taman |
| 8 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | RTH Jl. Palem Kartika No. 21 RT 001 RW 002 (Taman Bakoen Park) | Jl. Palem Kartika No. 21 RT 001 RW 002 | Taman |
| 9 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | Taman Caliandra (RPTRA Gebang Sari) | Jl. Gebang Sari, RT.2/RW.5, Bambu Apus, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 10 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | Taman Mandor Hasan | Jl. Mandor Hasan Gg. Al-Barkah No.44a, RT.10/RW.1, Bambu Apus, Kec. Cipayung | Taman |
| 11 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | Taman PPA Depsos 1 dan 2 | Jl. P.P.A Blok Paitem No.31, RT.5/RW.1, Bambu Apus, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 12 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Bambu Apus | RTH Jl. PPA RT. 007 RW. 01 | Jl. PPA RT 007 RW 001, Kel. Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 13 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Ceger | Hutan Kota Indraloka | Jl. Mandor Hasan (Taman Indraloka) Kel. Ceger Kec. Cipayung Jakarta Timur | Hutan |
| 14 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Ceger | RTH Taman Bluntas Jl. Manunggal II | Jl. Manunggal II No.1, RT.3/RW.1, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 15 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Ceger | TPU CEGER | Jl. Pusara No.82, RT.2/RW.5, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | TPU |
| 16 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | Taman Setapak | Jl. Setapak RT.003 RW.004, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 17 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | RTH Taman melati Jl. Assyafiiyah | Jl. Taman Melati No.5, RT.5/RW.3, Cilangkap, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 18 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | RTH Jl. Raya Cilangkap RT. 002 RW. 05 | Jl. Raya Cilangkap RT 002 RW 005, Kel. Cilangkap, Kec. Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 19 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | RTH Giri Kencana | Jl. Giri Kencana, Kel. Cilangkap, Kec. Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 20 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | RTH Raya Cilangkap RT 07 (Taman Cilangkap Sejuk) | Jl. Sejuk/Gereja RT 007 RW 004 Kel. Cilangkap Kec. Cipayung, Jakarta Timur | Taman |
| 21 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cilangkap | Taman Cempaka | RW 10 Malaka Sari, Jl. Cempaka II, Jakarta Timur, Duren Sawit | Taman |
| 22 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Hutan Kota Cipayung | Jl. Kav DKI RT 007 RW 001 Kel. Cipayung Kec. Cipayung Jakarta Timur | Hutan |
| 23 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Pinang | Jl. Pinang, Jakarta Timur | Taman |
| 24 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | RTH Flamboyan | Jl. Flamboyan, RT.9/RW.1, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 25 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Akustik | Jl. Akustik No.1, RT.5/RW.8, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 26 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Alamanda | Jl. Alamanda 17, RT.9/RW.1, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 27 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman RTH Cipayung | Jl. Pengembangan RT. 07/01 | Taman |
| 28 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Bina Marga I | Jl. Bina Marga RW.6, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 29 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Bina Marga II | Jl. Bina Marga 11, RT.1/RW.5, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 30 | Kota Adm. Jakarta Timur | Cipayung | Cipayung | Taman Blok N | Jl. Cendana RT. 02/08 | Taman |
| 31 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Halim Perdana Kusumah | Hutan Kota Komplek Lanud Halim Perdana Kusuma | Kel. Halim Perdana Kusuma, Kec. Makasar, Jakarta Timur | Hutan |
| 32 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | Hutan Kota UKI | Jalan Perindustrian, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur | Hutan |
| 33 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | Taman Segitiga Intirub | Jl. Komodor Halim Perdana Kusuma No.7, RT.7/RW.11, Kb. Pala, Kec. Makasar | Taman |
| 34 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | Taman Depan Pool PPD | Jl. PPD Sutoyo, Jakarta Timur, Makasar, Kebon Pala | Taman |
| 35 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | Taman Myristica | Jl. Komodor Halim Perdana Kusuma RT. 003/001 | Taman |
| 36 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | TPU KEBON PALA | Jl. Jengki No.21, RT.1/RW.2, Kb. Pala, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur | TPU |
| 37 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Kebon Pala | TPU CIPINANG ASEM | JL. Jengki, Malaka, RT.1/RW.2, Kb. Pala, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur | TPU |
| 38 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Makasar | Taman Embrio | Jl. Kerja Bakti No.2, RT.2/RW.4, Makasar, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 39 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Makasar | Taman Manunggal Komp. Kodam Jaya | Komplek kodam jaya | Taman |
| 40 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Makasar | Taman Jaya Kusuma | Jl. Cililitan Besar No.376, RT.8/RW.1, Makasar, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 41 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | N/A | JH. Jl. Halim Perdana Kusuma | JH. Jl. Halim Perdana Kusuma | Jalur Hijau |
| 42 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | N/A | JH. Jl. Jt Waringin, JH. Jl. DI Panjaitan | JH. Jl. Jt Waringin, JH. Jl. DI Panjaitan | Jalur Hijau |
| 43 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | N/A | JH. TMII | JH. TMII | Jalur Hijau |
| 44 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Pinang Ranti | Taman Pinang Ranti RW 05 Kp. Pulo | Kp. Pulo RW 05, Pinang Ranti, Jakarta Timur | Taman |
| 45 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Pinang Ranti | Taman Segitiga Putaran Asrama Haji | Jl. Raya Pd. Gede 14, RT.14/RW.2, Pinang Ranti, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur | Taman |
| 46 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Pinang Ranti | Taman Gg. Melati | RW.4, Pinang Ranti, Makasar, East Jakarta City, Jakarta 13560 | Taman |
| 47 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Pinang Ranti | RTH Setia Jl. Kp. Pulo | Kel. Pinang Ranti Kec. Makasar, Jakarta Timur | Taman |
| 48 | Kota Adm. Jakarta Timur | Makasar | Pinang Ranti | RTH Pinang Ranti | RT.006 dan RT.008 RW.04 Kel. Pinang Ranti Kec. Makasar Kota Adm. Jakarta Timur | Taman |
| 49 | Kota Adm. Jakarta Timur | Matraman | Kebon Manggis | Taman Kebon Manggis | Jl. Kebon Manggis 4, Jakarta Timur, Matraman, Kebon Manggis | Taman |
| 50 | Kota Adm. Jakarta Timur | Matraman | N/A | JH. Jl. Matraman Raya / Tegalan | JH. Jl. Matraman Raya / Tegalan | Jalur Hijau |
| Sumber Data: Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Periode Data: 2024 Menampilkan: 50 dari total 2.545 data RTH DKI Jakarta Data RTH DKI Jakarta selengkapnya:satudata.jakarta.go.id Kontak: distama@jakarta.go.id Catatan: Data ini merupakan bagian dari 50 RTH Jakarta Timur pertama. Untuk melihat data lengkap, silakan kunjungi portal resmi Satu Jakarta. | ||||||
Manfaat ruang terbuka hijau bagi kualitas hidup di perkotaan telah terbukti secara ilmiah memberikan dampak positif yang sangat signifikan.
Dari aspek lingkungan, RTH mampu menyerap polutan udara, menurunkan suhu, dan meningkatkan kualitas air tanah. Secara sosial, RTH menyediakan ruang interaksi yang memperkuat ikatan komunitas dan mendukung kesehatan mental warga.
Implementasi RTH di lingkungan RT/RW dengan lahan terbatas dapat diatasi melalui berbagai inovasi seperti taman vertikal, rooftop garden, dan sistem modular.
Pemilihan tanaman yang tepat dengan mempertimbangkan kemudahan perawatan dan manfaat ganda menjadi kunci keberhasilan pengelolaan RTH jangka panjang.
Kombinasi pohon peneduh, tanaman hias, dan tanaman fungsional dapat menciptakan ekosistem mini yang memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga.
Keberhasilan RTH lingkungan RT/RW memerlukan komitmen dan partisipasi aktif seluruh warga dalam perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan.
Investasi dalam RTH bukan hanya memberikan manfaat lingkungan tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan dan kualitas hidup yang berkelanjutan.
Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang konsisten, setiap lingkungan Rukun Warga (RW) dapat memiliki ruang terbuka hijau yang memberikan manfaat maksimal bagi generasi saat ini dan masa depan.









