Home » Berita » Nasional » Buntut Ucapan Kontroversi, Ahmad Sahroni Dicopot dari Posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Buntut Ucapan Kontroversi, Ahmad Sahroni Dicopot dari Posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Oleh

Sekretariat RW 010/7

ahmad sahroni dicopot dari jabatan wakil komisi iii dpr ri
Anggota DPR RI dan juga Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, memberikan penjelasan saat konsolidasi di Gedung Akademi Bela Negara NasDem. (Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym)

JAKARTA, RW 010/7 Kebon Pala Makasar – Fraksi Partai Nasdem di DPR RI telah memutuskan untuk memindahkan jabatan Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI menjadi Anggota Komisi I DPR RI.

Menurut surat pengumuman yang diterima Tirto, keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pimpinan Fraksi Partai Nasdem DPR RI. Jabatan Sahroni akan diisi oleh Rusdi Massa Mappasessu, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI.

“Sesuai Rapat Pimpinan Fraksi Partai Nasdem DPR RI dengan hormat kami sampaikan Pergantian Nama Anggota Komisi Ill dan IV terhitung mulai tanggal 29 Agustus 2025 dari Fraksi Partai NasDem DPR RI,” tulis surat yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Viktor Laiskodat, serta Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Ahmad Sahroni.

Diketahui, nama Sahroni menjadi sorotan karena sikapnya dalam menanggapi kritik masyarakat mengenai besaran gaji anggota DPR RI. Masyarakat bahkan mendesak agar DPR sebaiknya dibubarkan.

Melansir Tirto.id, pernyataan Sahroni dalam merespons aspirasi publik tersebut dianggap tidak layak, terutama sebagai seorang pejabat publik. Sahroni menyatakan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengkritik DPR. Namun, dia juga menyebut bahwa orang-orang yang meminta agar DPR dibubarkan adalah “orang tolol sedunia”.

“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” ujar Sahroni saat sedang kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Pada kesempatan berikutnya, Sahroni juga mengungkapkan bahwa pada hari Kamis (28/8/2025) yang bertepatan dengan agenda demonstrasi buruh di depan gedung DPR, para anggota dewan diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sahroni menjelaskan, mereka tidak ingin ada orang-orang di DPR yang mengalami kesulitan untuk pergi dari “rumah rakyat” tersebut.

“Karena, kan, kami enggak mau gini, ada hal-hal mungkin orang sudah masuk, susah keluar kayak kemarin. Pulang ribet, ke mana-mana susah. Makanya diimbau untuk WFH,” ucap dia.

Bagikan:

Leave a Comment